blognyaismawati

tempat melepas jenuh dan menyalurkan hobi

Ibu Rumah Tangga Merangkap Blogger dan Content Writer, Apa Suka-Dukanya?

| 0 comments

Bukan rahasia lagi, kita hidup di era yang sangat akrab dengan internet. Ini juga berimbas pada munculnya profesi-profesi baru yang mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Seperti blogger dan content writer, dua pekerjaan yang beberapa tahun belakangan saya tekuni.

Dari segi definisi, blogger bisa diartikan sebagai orang yang menulis di blog, baik blog milik sendiri maupun blog kepunyaan orang lain. Sedangkan content writer atau penulis konten berarti orang yang tugasnya menulis artikel untuk website. Artikel-artikel yang ditulis biasanya memenuhi standar SEO sehingga bisa terlacak di mesin pencarian.

Kenapa saya memilih jadi blogger dan content writer?

Ibu Rumah Tangga Merangkap Blogger dan Content Writer, Apa Suka-Dukanya?

Photo credit: Google

Sebenarnya awalnya tidak berniat sama sekali untuk menjalani 2 pekerjaan di atas J Dulu, saya cuma ingin punya pekerjaan yang bisa dikerjakan di rumah, sambil momong anak. Tadinya saya bantu-bantu teman menerjemah naskah atau teks untuk keperluan karya tulis mereka.

Baca juga dong cerita saya dan setrika tua.

Di forum online saya lihat ada lumayan banyak lowongan untuk menulis konten, mulailah saya menawarkan diri. Setelah beberapa kesempatan jadi penulis konten, saya merasa kayanya perlu juga untuk menulis di blog sendiri, sebagai media saya untuk menuangkan ide tentang apa saja yang saya mau dan saya suka.

Dan akhirnya sampai sekarang saya masih betah jadi blogger dan content writer freelance ๐Ÿ™‚

Lantas, apa siy yang menarik dari 2 pekerjaan ini?

Ibu Rumah Tangga Merangkap Blogger dan Content Writer, Apa Suka-Dukanya?

Photo credit: Google

Hmm… seperti pekerjaan-pekerjaan lainnya, jadi blogger atau content writer pun ada suka-dukanya.

Saya mulai dari bagian enak nya dulu ya:

Ga ngantor

Ibu Rumah Tangga Merangkap Blogger dan Content Writer, Apa Suka-Dukanya?

Photo credit: Google

Emang. Pekerjaan saya ini dilakukan jarak jauh.

Tidak perlu datang ke kantor, jadi ga perlu sibuk siapin baju kerja, ga terjebak macet juga di jalan. Dan ga perlu pindah domisili karena rata-rata kantor perusahaan tempat saya kerja ada di Jakarta.

Detail pekerjaan biasanya dikirim lewat email. Untuk perubahan jobdesc yang mendadak bisa diinfokan lewat whatsapp, dan untuk briefing team bisa conference via skype.

Jam kerja fleksibel

Ibu Rumah Tangga Merangkap Blogger dan Content Writer, Apa Suka-Dukanya?

Photo credit: Google

Selain tidak perlu ngantor, jam kerja saya juga fleksibel. Kalo orang rata-rata kerja dari jam 9 pagi sampe 5 sore, jam kerja saya bisaย  jam 2 pagi, 11 siang, atau 9 malam. Honestly, ini ngikutin jam tidur dan waktu sekolah anak-anak. Mereka tidur, saya mulai kerja. Mereka ngajak main, bubar deh kerjanya….

Fee bersaing

Ibu Rumah Tangga Merangkap Blogger dan Content Writer, Apa Suka-Dukanya?

Photo credit: Google

Setahu saya, makin banyak perusahaan yang membutuhkan jasa content writer. Coba aja lihat di jobstreet atau jobsdb, ada banyak lowongan content writer dengan kisaran gaji cukup menggiurkan. Tapi memang kebanyakan untuk posisi fulltime employee dan harus ngantor.

Tapi dari pengalaman yang sudah-sudah, untuk freelance sekalipun fee yang ditawarkan juga lumayan. Apalagi kalo bisa kerja sama dengan perusahaan yang bergerak di bidang properti misalnya, fee-nya sangat menarik.

Terlepas dari semua sisi bagus dari menjalani pekerjaan ini, pertimbangan utama saya adalah karena dengan sambil nge-blog saya masih tetap bisa di rumah bersama anak-anak.

Mo tau ga enaknya dari pekerjaan yang saya jalani ini?? Saya akan tuliskan di postingan selanjutnya ya.. ๐Ÿ™‚

Author: Ismawati

Ibu dari dua anak, suka menulis dan belajar masak tapi takut sekali menjadi pikun. Buat saya menulis bukan cuma hobi tapi juga senjata melawan kepikunan :) Semoga apa yang saya tulis ada manfaatnya buat para tamu yang mampir ke sini.

Tinggalkan Balasan

Required fields are marked *.